Karya tulis yang saya buat untuk tugas akhir di S-1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM ini ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari yang saya duga ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di fakultas ini. Pertama kali saya menginjakkan kaki di fakultas ini saya berpikir bisa menyelesaikan seluruh masa studi saya dalam waktu maksimal 4,5 tahun. Sebuah pemikiran yang terlalu naif kalau saya pikir-pikir lagi sekarang. Hal tersebut dikarenakan bahwa kehidupan di fakultas ternyata lebih menarik dari yang saya duga dan saya terjebak didalamnya terseret arus dan baru tersadar ketika waktu saya di fakultas ini hampir habis. Kehidupan yang menarik di fakultas tersebut antara lain aktivitas ekstrakurikuler seperti Pers Mahasiswa yang pernah saya ikuti, kemudian himpunan mahasiswa fakultas dan yang paling membuat pikiran saya tersita adalah pekerjaan (yang seharusnya) paruh waktu di fakultas. Jika ada di antara anda yang membaca tulisan saya ini dan sedang mengerjakan tugas akhir (skripsi) atau pekerjaan yang super penting and deadline mendesak, saya punya satu saran konsentrasikan pikiran dan sumber daya yang anda miliki untuk mengerjakan satu tugas tersebut apalagi jika anda adalah orang yang tidak bisa membagi waktu (dan terlalu berdedikasi pada pekerjaan) seperti saya.
Singkat kata tulisan yang saya buat untuk menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM berjudul "Pengujian Efek Fisher di Indonesia Pasca Deregulasi Keuangan". Karya tulis ini termasuk dalam satu studi kelompok besar Ekonomika Makro. Dimana studi Ekonomika Makro tersebut mempelajari aktivitas perekonomian secara aggregat, sementara Ekonomika Mikro mempelajari aktivitas perekonomian dalam satuan per unit.
Adapun Efek Fisher sendiri termasuk salah satu teori klasik Ekonomika Makro dalam netralitas jangka panjang dimana teori netralitas tersebut menyatakan nilai variabel-variabel ekonomi riil tidak dipengaruhi perubahan variabel-variabel ekonomi nominal. Selain Efek Fisher tersebut netralitas jangka panjang lainnya seperti yang tercantum dalam King dan Watson (1997) adalah perubahan permanen dalam uang beredar (money stock) tidak mempunyai pengaruh dalam jangka panjang terhadap tingkat output riil, hipotesis klasik lainnya menyebutkan bahwa perubahan permanen dalam tingkat inflasi tidak mempunyai pengaruh dalam jangka panjang terhadap tingkat pengangguran (kurva Phillips) atau suku bunga riil (Efek Fisher). Untuk menyingkat kata dan biar tidak membosankan seluruh karya tulis itu bisa diambil di sini.
PS: kalau sempat tinggalin pesan di shoutbox ya, merci, arigatou, thanks, terima kasih, matur nuwun.
Singkat kata tulisan yang saya buat untuk menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM berjudul "Pengujian Efek Fisher di Indonesia Pasca Deregulasi Keuangan". Karya tulis ini termasuk dalam satu studi kelompok besar Ekonomika Makro. Dimana studi Ekonomika Makro tersebut mempelajari aktivitas perekonomian secara aggregat, sementara Ekonomika Mikro mempelajari aktivitas perekonomian dalam satuan per unit.
Adapun Efek Fisher sendiri termasuk salah satu teori klasik Ekonomika Makro dalam netralitas jangka panjang dimana teori netralitas tersebut menyatakan nilai variabel-variabel ekonomi riil tidak dipengaruhi perubahan variabel-variabel ekonomi nominal. Selain Efek Fisher tersebut netralitas jangka panjang lainnya seperti yang tercantum dalam King dan Watson (1997) adalah perubahan permanen dalam uang beredar (money stock) tidak mempunyai pengaruh dalam jangka panjang terhadap tingkat output riil, hipotesis klasik lainnya menyebutkan bahwa perubahan permanen dalam tingkat inflasi tidak mempunyai pengaruh dalam jangka panjang terhadap tingkat pengangguran (kurva Phillips) atau suku bunga riil (Efek Fisher). Untuk menyingkat kata dan biar tidak membosankan seluruh karya tulis itu bisa diambil di sini.
PS: kalau sempat tinggalin pesan di shoutbox ya, merci, arigatou, thanks, terima kasih, matur nuwun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar